Cara Menanam Pisang

Cara Menanam Pisang

Pisang menjadi tumbuhan yang tak bisa lepas dari peradaban manusia. Bagaimana tidak, pisang merupakan tumbuhan yang punya manfaat besar bagi manusia. Dari daun, batang pisang, buah pisang, hingga tunas maupun akarnya bisa diolah dan dimanfaatkan oleh manusia, salah satunya pisang kerap digunakan sebagai cara membesarkan payudara oleh kaum hawa.

Hal tersebut membuat manusia zaman dahulu memutuskan untuk melakukan budidaya terhadap tanaman ini. Apalagi cara menanam pisang pun tidak terlalu rumit, hanya dengan memilih tunas terbaik dan menanam tunas tersebut di tanah yang gembur, maka pohon pisang akan tumbuh dengan subur.

Namun untuk mendapatkan pohon pisang berkualitas terbaik, pemilihan bibit perlu dilakukan guna hasil panen yang lebih baik.

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan budidaya pohon pisang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai menanam pohon pisang.

  • Pisang merupakan tumbuhan yang cocok ditanam di wilayah tropis. Beruntung Indonesia berada di zona Khatulistiwa sehingga hampir di seluruh wilayah Indonesia bisa dilakukan budidaya pohon pisang.
  • Dengan kebutuhan air yang sangat banyak, pohon pisang perlu ditanam di wilayah dengan curah hujan tinggi. Tepatnya diantara 1.500 mm/th hingga 3.000 mm/th. Di wilayah dengan curah hujan kurang dari angka tersebut, pohon pisang tidak akan tumbuh dengan baik.
  • Dengan kandungan air yang tinggi di setiap batangnya, pohon pisang harus ditanam di tanah dengan PH yang netral. Selain itu, ada baiknya jika pisang ditanam di tanah yang banyak mengandung humus. Untuk mensiasastinya, Anda bisa menanam pohon pisang di dekat tempat sampah.

Cara Menanam Pisang

Setelah mengetahui beberapa hal penting terkait budidaya pohon pisang, mari kita mengenal lebih dekat tentang cara menanam pisang agar berbuah lebat. Berikut ulasan lengkapnya!

1. Menentukan Bibit

Seperti berbagai jenis tumbuhan lain, bibit merupakan penentu kesuksesan dalam budidaya pohon pisang. Cara terbaik untuk menciptakan bibit yang baik adalah dengan pemilihan tunas. Kriteria idealnya, tunas memiliki tinggi 100 hingga 150 cm, daun pisang dengan helai yang sempit, dan akar yang mulai terlihat.

2. Media Tanam

Setelah mendapati tunas terbaik, kini saatnya memilih media tanam. Pertama, Anda harus memastikan bahwa tanah di sekitar tempat menanam pohon pisang bebas dari gulma. Lalu, bajak atau cangkul tanah untuk mengetahui kandungan zat hara di dalam tanah. Jika perlu, tambah pupuk kandang berupa kotoran hewan untuk menyuburkan tanah. Selanjutnya, buatlah parit kecil agar tanah memiliki drainase sehingga saat hujan air tidak menggenang.

3. Penanaman dan Pemeliharaan

cara menanam pisang ambon

Setelah tanah siap, pindahkan tunas pisang. Sebaiknya tanam 4 hingga 5 rumpun pohon pisang agar unsur hara pada tanah terjaga. Untuk pemeliharaannya, Anda hanya perlu membersihkan gulma secara rutin.

Dengan cara menanam pisang dan perawatan yang begitu simpel, Anda tidak perlu repot-repot dalam melakukan budidaya pohon pisang. Penggantian tunas pun dilakukan setiap 5 tahun sekali sehingga Anda tak perlu secara rutin melakukan penanaman.

Selain itu, buah pisang juga memiliki beragam khasiat bagi kesehatan tubuh kita. Kandungan kalium yang tinggi dipercaya bisa mencukupi kebutuhan kalium setiap hari. Bahkan banyak praktisi kesehatan yang menyarankan wanita untuk mengkonsumsi pisang setiap pagi.

Pisang dipercaya bisa membuat payudara lebih padat dan berisi. Tidak heran jika buah pisang digunakan sebagai cara mengencangkan payudara yang aman dan alami karena tidak memiliki efek samping. Selain itu, pisang juga membantu memperlancar pencernaan dan gangguan usus lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *