Cara Mengajar Anak SD

Cara Mengajar Anak SD

Ketika seorang guru dihadapkan pada kondisi di mana harus mengajar anak-anak SD tentunya hal itu menjadi sesuatu yang menantang dan menarik. Apalagi jika guru tersebut belum memiliki banyak pengalaman dalam mengajar sehingga anda butuh waktu untuk beradaptasi. Cerita anak yang menarik minat anak-anak yang sesuai dengan usia mereka bisa menjadi salah satu alternatif yang pas untuk membuat anak-anak tertarik belajar.

Mengajar Anak SD
Mengajar Anak SD

Seperti yang kita tahu anak-anak di usia 6-12 biasanya agak susah untuk diajak belajar karena pikiran mereka penuh dengan bermain. Jelas sekali hal ini akan membutuhkan strategi bagi para guru yang mengajar di SD. Apalagi jika jumlah anak yang harus kita didik di dalam satu kelas cukup banyak, tentu hal itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap guru yang mengajar.

Cara Mengajar Anak SD yang Efektif

1. Menetapkan peraturan dengan konsisten

Pada hari pertama anda mengajar sebaiknya segera menetapkan peraturan untuk anak-anak tersebut. Misalnya ada konsekuensi akibat perilaku negatif yang mereka lakukan dan ada reward atau hadiah dari setiap hal positif yang mereka lakukan. Dengan adanya peraturan tersebut anak-anak akan termotivasi dalam meningkatkan kesadaran untuk setiap sikap yang tidak semestinya tidak dia lakukan.

2. Menggunakan bahasa yang positif saat sedang mengajar

Gunakan kalimat dan kata-kata yang positif saat anda sedang mengajar di kelas. Usahakan untuk menghindari kata “jangan” pada setiap kalimat suruhan pada anak-anak. Anda dapat mengganti kata jangan dengan kalimat lainnya misalnya persiapkan alat tulis kalian, tutup pintu dengan pelan, dengarkan saat guru sedang berbicara, dan lain-lain.

3. Berikan pujian pada setiap hal positif yang telah mereka lakukan

Sering kali guru memberi pujian pada anak didiknya setiap sang murid mengikuti apa yang sudah disuruh oleh gurunya, misalnya bagus sekali Agus, kamu sudah mengisi spidolnya dengan baik. Tetapi hal itu kurang baik, karena tidak ada kebaikannya bagi seorang siswa. Lain halnya dengan kalimat, saya senang melihat Sukma menyiapkan buku pelajarannya itu artinya ia sudah siap belajar. Ingatkan anak-anak untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhannya, bukan melakukan sesuatu hanya agar gurunya senang.

4. Hindari sikap buruk yang memalukan siswa

Jangan memberi contoh yang buruk pada anak-anak di kelas, jika mereka berbuat salah jangan mempermalukannya di hadapan teman-temannya. Jika anda menemukan salah satu murid anda melakukan kesalahan, bicaralah padanya di luar kelas dengan bahasa intonasi yang baik.

5. Menyadari bahwa kemampuan setiap siswa berbeda-beda

Tidak semua murid anda di kelas memiliki kemampuan yang sama dalam menerima materi pelajaran. Bagi siswa yang tergolong lambat dalam menerima pelajaran, cobalah untuk mengajari materi pelajaran secara perlahan padanya. Sedangkan untuk anak-anak yang memiliki kemampuan di atas rata-rata berikan tambahan ekstra materi pelajaran, hal itu akan memberi dampak baik bagi cara mereka memperdalam materi.

6. Melakukan kontak atau komunikasi dengan para orang tua

Melakukan kontak dengan orang tua murid sesering mungkin, jika ada pertemuan antara guru dengan wali murid usahakan untuk selalu datang. Tunjukkan pada para orang tua bahwa anda ingin membina kerjasama yang baik dengan mereka dalam mendidik anak-anak. Jika anda memiliki hubungan baik dengan para orang tua maka akan mudah terjalin komunikasi atau dialog yang baik saat ada masalah pada para siswa.

7. Lakukan pembelajaran interaktif untuk memancing kreativitas anak-anak

Ajari anak-anak cara melakukan sesuatu, dalam hal materi pelajaran di sekolah. Setelah itu minta anak-anak untuk mempraktekan apa yang sudah diajari oleh guru kemudian jadikan hal itu bahan diskusi di kelas. Cara ini cukup ampuh untuk membuat anak-anak paham akan materi pelajaran yang disampaikan guru.

8. Mencoba mendapat perhatian anak-anak saat sedang mengajar

Membuat anak-anak memperhatikan apa yang kita sampaikan saat di kelas memang agak sulit, karena banyak murid yang tidak mau memperhatikan guru yang sedang mengajar di kelas. Namun jika anak-anak di kelas mulai bising saat anda sedang mengajar, coba alihkan perhatian mereka dengan menceritakan sesuatu yang menantang tapi menarik. Sehingga anak-anak tertarik dengan apa yang anda ceritakan di depan kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *