Gaya Bercinta Saat Hamil

Gaya Bercinta Saat Hamil

Ketika seorang istri tengah hamil, maka suami pun akan mencari segala cara untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Kebiasaan yang diyakini masyarakat adalah seorang wanita hamil memang tidak dianjurkan untuk berhubungan intim, apalagi kalau usia kandungannya baru menginjak tri semester pertama hingga kedua.

Selain karena tekanan Mr.P membahayakan janin yang ada di dalam kandungan, juga bisa menyebabkan pendarahan pada bunda hamil. Meskipun berbagai ancaman keselamatan selalu datang mengganggu, tetapi tetap saja pria sulit membendung hasrat seksualnya.

Saking besarnya keinginan tersebut, mereka biasa mendatangi dokter dulu untuk berkonsultasi dan menanyakan apakah bisa tetap melakukan kegiatan intim meski hamil. Nah, ternyata hal itu diperbolehkan dengan syarat bunda harus memasuki tri semester dulu. Jadi bayi akan tetap aman meski mendapat tekanan.

Bukan hanya soal boleh atau tidak berhubungan intim, tetapi memilih gaya bercinta yang aman bagi Bunda dan calon bayi juga sangat penting. Misalnya saja beberapa 4 gaya ini yang dinilai aman buat bunda.

5 Gaya Bercinta Saat Hamil Yang Aman

1. Doggy style modifikasi

Berawal dari doggy style yang melakukan penetrasi dari belakang, khusus untuk ibu hamil bisa diletakkan beberapa bantal di bawah perut sebagai penyangga, sehingga bunda tidak merasa berat karena posisi perut di bawah.

Selain itu doggy style juga disarankan bagi bunda yang punya keluhan sakit panggul karena usia janin sudah cukup besar.

2. Misionaris modifikasi

Sama halnya dengan doggy style yang harus dimodifikasi, pengembangan gaya pada missionaris juga perlu dilakukan. Kalau diperhatikan, pada posisi ini badan pria memang berada di atas tubuh istri, tetapi ketika dimodifikasi, maka gerakan pun dilakukan dengan cara lain.

Kenapa disebut menggunakan cara lain? Karena pada misonaris modifikasi, posisi bunda agak turun ke pinggiran tempat tidur, sehingga suami berlutut di atas lantai dan melakukan penetrasi. Karena berada di pinggir, maka tekanan yang diperoleh bunda tidak akan terlalu besar dan tetap nyaman melakukan hubungan intim.

Biar janin tidak merasakan tekanan besar, tapi ibu masih mencapai titik kenikmatan maka jangan sungkan minta pada suami untuk mengatur gerakannya. Satu hari sebelum itu, berikan saran agar suami menggunakan tongkat ali untuk memijat Mr.P-nya, sehingga proses bercinta tidak berhenti di tengah jalan.

Kalau masih bingung, baca deh 21+ Cara Memuaskan Istri Agar Mengerang Kenikmatan.

3. Woman on Top

Karena bunda sedang hamil, maka posisi di atas atau woman on top sangat cocok untuk dilakukan bersama pasangan di atas ranjang. Ukuran perut yang sudah besar pasti akan membuat bunda cukup kesulitan menguasai gerakan, sehingga coba mintalah pada suami agar ia memegangi perut anda sembari menggoyangkan pinggulnya. Jadi selagi bercinta, tangan bunda berpegangan pada paha suami dan ia memegangi perut bunda.

Jika proses bercinta memang berselang lama, tentu akan membuat kaki bunda sakit. Jadi bisa diletakkan bantal sebagai tumpuan kaki.

4. Misionaris klasik

Sedikit berbeda dari misionaris modifikasi, pada tahap ini suami berada di atas badan bunda. Namun, perlu diperhatikan kalau perut yang besar bisa menganggu kenyamanan suami.

Oleh sebab itu, wajib hukumnya suami harus berhati-hati agar tidak menindih perut bunda.

Anda juga harus tahu bahwa gaya misionaris klasik merupakan posisi yang menjadikan suami memimpin gerakan karena istri tetap berada di bawah dan mengikuti ritme suami. So, sebagai pemimpin dalam hubungan seks, maka perlu memberikan service yang baik dan maksimal. Misalnya saja 5 jam sebelum berhubungan intim, suami bisa mengonsumsi pasak bumi (baca juga: cara mengatasi ejakulasi dini dengan cepat) sehingga kekuatan Mr.P untuk bercinta benar-benar maksimal.

Walaupun terlihat cukup ekstrem karena tetap berhubungan intim saat hamil, tetapi setidaknya gaya di atas memang aman untuk dipraktikkan. Terpenting istri senantiasa terbuka pada suami mengenai kenyamanannya saat bercinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *