Ibadah Ringan yang Berpahala Besar

Ibadah Ringan yang Berpahala Besar

Di akhirat kelak tempat kembali manusia tergantung pada pahala yang diperoleh semasa hidup di dunia.

Surga dengan segala kenikmatan bagi mereka yang berat timbangan amalnya dan neraka penuh siksa bagi yang dosanya lebih berat daripada kebaikan.

Oleh karena itu, saat masih berada di dunia manusia hendaknya melakukan hal yang mendapatkan pahala besar. Tak perlu bingung, semua hal itu sudah diajarkan secara gamblang oleh Rasulullah SAW.

Ibadah Ringan Namun Mendatangkan Pahala Besar

Allah SWT merupakan Dzat Maha Baik. Dia senantiasa mengharapkan hamba-Nya berada dalam jalan kebenaran dan kembali ke tempat terbaik.

Anda bisa lihat dari betapa Allah Maha Pengampun atas segala dosa yang telah diperbuat manusia asal mau bertaubat. Begitu pula untuk mendapatkan pahala besar yang menjadi bekal selamat di akhirat kelak.

Allah telah menunjukkan banyak sekali ibadah ringan, namun memperberat pahala saat di Mizan.

1. Mendoakan Orang Lain

Amalan yang sering luput dilakukan padahal mendatangkan pahala besar adalah mendoakan orang lain.

Seringkali seseorang hanya sibuk memanjatkan permohonan yang berkaitan dengan kebutuhan dirinya sendiri.

Kurangnya kepedulian terhadap sekitar membuat harapan baik untuk orang lain tidak ada dalam daftar doanya. Bagi Anda yang mungkin saat ini masih termasuk demikian, coba perhatikan sekitar Anda.

Ada banyak sekali saudara sesama muslim yang butuh bantuan doa. Misal, sahabat yang sedang sakit, menghadapi ujian, banyak hutang, dan lain sebagainya.

Doa merupakan bantuan bernilai besar yang dapat mendatangkan kebaikan bagi yang didoakan dan mendoakan.

Bahkan, dalam suatu hadist disebutkan bahwa ketika Anda mendoakan seorang mukmin laki-laki maupun perempuan, maka Allah akan memberi pahala kebaikan dari setiap orang yang didoakan tersebut.

3. Melakukan Dzikir

Dzikir merupakan amalan ringan yang berat pahalanya. Sebab meski mudah, tak semua orang mampu menjalankan. Terkadang orang terlalu asyik dengan urusan dunia, sehingga lupa untuk mengingat Tuhannya.

Betapa beruntung orang yang dari lisannya tidak keluar suatu perkataan, kecuali bermanfaat dan dzikir.

Berdasarkan hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari, bahwa dua lafadz dzikir yang ringan diucapkan dilidah, namun memperberat timbangan amal saat di Mizan, yaitu “subhanallah wabihamdihi dan subhanallahil adzim”.

3. Membaca Al-Quran Dan Mengamalkannya

Anda tentu sudah tahu mengenai betapa besarnya pahala membaca Al-Quran. Satu huruf dapat mendatangkan 10 kebaikan.

Selain itu, ada beberapa pahala lain yang akan Anda peroleh, di antaranya mendapatkan kemulian dan ketenangan, diangkat derajatnya, dan memperoleh syafaat kelak di hari kiamat.

Oleh karena itu, jangan sampai Anda lalai untuk membaca Al-Quran, setidaknya setiap kali usai shalat.

4. Menjenguk Orang Sakit

Sejak kecil Anda mungkin juga diajarkan untuk menjenguk kerabat yang sedang sakit. Dalam hubungan sesama manusia, ini merupakan perwujudan rasa peduli dan mempererat hubungan silaturahim.

Dengan menjenguknya dan memanjatkan doa untuk orang sakit yang ditujukan kepadanya, maka secara tidak langsung Anda mikut meringankan bebannya dengan memohon kepada Allah untuk kesembuhannya.

Sebab sebagaimana ajaran Rasulullah bahwa sesama muslim itu ibarat satu tubuh. Saat ada yang sakit, maka yang lain juga seolah merasakan sakit sehingga datang untuk memberi perhatian dan semangat.

Luar biasanya, perbuatan menjenguk orang sakit juga mendatangkan rahmat berlimpah dari Allah, didoakan oleh 70.000 malaikat, serta dijanjikan surga.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah :

“Barangsiapa menjenguk orang yang sedang sakit, maka tempat kembalinya adalah kebun surga.” HR. Muslim dan Ahmad.

Untuk mengetahui secara detail doa untuk orang sakit arab, latin dan terjemahannya, silahkan kunjungi sumber artikel ini di wisatanabawi.com.

5. Memberi Kelonggaran Pada Orang yang Berhutang

Adakah orang yang saat ini berhutang kepada Anda? Memberi kelonggaran kepadanya merupakan hal yang mendapatkan pahala besar. Sebab Anda meringankan beban sesama manusia saat dia mengalami kesulitan.

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa ketika Anda memberi tempo kepada seseorang yang belum sanggup membayar hutangnya, maka setiap hari Anda akan memperoleh pahala sedekah sampai orang tersebut bisa membayar.

Kemudian, semisal si penghutang belum juga bisa membayar padahal sudah jatuh tempo dan Anda masih mau memberi keringanan, maka pahala sedekah dua kali lipat untuk Anda.

Namun nyatanya, yang sering terjadi di masyarakat justru banyak orang memanfaatkan kesulitan orang lain. Mereka memberi hutang yang harus dibayar dengan bunga, terlebih jika jatuh tempo, maka bunga menjadi semakin banyak.

Semoga Anda dihindarkan dari perilaku tersebut, sebab hal itu merupakan riba yang amat besar dosanya.

Demikian hal yang mendapatkan pahala besar. Tugas utama manusia di bumi memang untuk beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, amal ibadah di atas sebenarnya sudah harus dilazimkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga semua amal ibadah kita diterima dan diridhoi Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *