Virtual Reality Sembuhkan Fobia

Virtual Reality Sembuhkan Fobia

Fobia atau rasa takut yang tidak rasional biasanya akan dialami seseorang pada suatu hal, seperti binatang atau benda tertentu hingga saat berada di lokasi tertentu. Salah satu fobia yang banyak ditemukan ialah fobia akan ketinggian atau acrophobia. Penderitanya akan merasakan takut yang amat sangat saat berada di wilayah yang tinggi.

Gambar Orang Fobia Ketinggian
Gambar Orang Fobia Ketinggian

Namun, siapa sangka fobia ini bisa disembuhkan. Caranya adalah dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality atau VR. Hal ini benar-benar terjadi pada seorang wanita penderita acrophobia bernama Fay Nugent berusia 48 tahun. Dilansir dari BBC, Fay mulai mengalami takut ketinggian ini sejak usia 30 tahun.

Dituturkan Fay, fobianya bermula saat ia pergi berakhir pekan bersama beberapa orang teman. Mereka mencoba hal menantang yang bernama tree top walk. Saat sudah berada di puncak pohon, ia merasakan serangan panik serta sakit dan tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Saat itulah Fay menyadari bahwa ia mengalami takut akan ketinggian. Beberapa tahun kemudian, fobia ini justru semakin bertambah parah. Fay yang kala itu menghadiri konser Take That di Stadium Wembley mendapat tempat duduk di belakang yang cukup tinggi. Dikatakan Fay bahwa serangan rasa takut itu kembali datang dan ia merasa seperti tokoh kartun yang matanya copot keluar saking takutnya.

Memasuki usia 48 tahun, Fay mencoba terapi yang memanfaatkan teknologi VR untuk melawan rasa takutnya akan ketinggian. Terapi yang diikutinya memakan waktu kira-kira dua minggu. Pertemuan diadakan antara 5 hingga 6 kali dengan durasi masing-masing 30 menit. Hasil yang didapat Fay sangatlah menakjubkan. Penelitian yang dirilis The Lancet Psychiatry mengungkap bahwa 70 persen peserta dengan acrophobia tidak lagi merasa takut akan ketinggian. Fay sendiri merasa semakin baik setelah mengikuti terapi tersebut. Ia bahkan bisa berada di sebuah eskalator setinggi 30 meter tanpa mendapat serangan panik lagi seperti sebelumnya. Keberhasilan penyembuhan fobia lewat VR tentunya menjadi terobosan baru dalam hal pengobatan sekaligus membuktikan betapa berharganya VR di masa yang akan datang.

Teknologi Virtual Reality memang bukan sekedar digunakan untuk tujuan hiburan seperti memainkan video games atau menonton film. Lebih jauh lagi, VR dapat pula dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan dan kesehatan. Penyembuhan fobia lewat terapi VR hanyalah salah satunya. Di masa yang akan datang, bahkan diperkirakan VR akan membantu manusia dalam melakukan simulasi bedah, simulasi menyetir, berkunjung ke berbagai tempat di seluruh belahan dunia dan aneka hal lainnya. Untuk bisa menikmati teknologi ini pun tidak sulit. Di Indonesia, misalnya, kita bisa memanfaatkan jasa VR 360 selaku penyedia jasa VR yang terpercaya. Dengan semakin berkembangnya teknologi VR, tentunya kita tidak mau ketinggalan mencoba sensasi baru melihat dunia lewat dunia virtual ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *