10 Macam Upacara Adat Bali

upacara adat bali

Bali bukan saja berbicara tentang keindahan alamnya, sebab kebudayaannya pun cukup mengagumkan. Ini tak lepas dari kearifan lokal yang measih memgang teguh budaya turun-temurun dari leluhurnya.

Termasuk seperti upacara adat Bali di bawah ini, yang diadakan secara meriah dan konsisten tiap tahun. Kamu mau pergi ke Bali? Yuk, ketahui dulu keunikan upacara adat Bali berikut ini.

10 Upacara Adat Bali dan Keunikannya

1. Upacara Ngaben

01 upacara ngaben bali

Untuk mengurusi jenazah orang yang sudah meninggal, di Bali terdapat upacara khusus yang dinamakan Upacara Ngaben. Acara ini diadakan dengan cara membakar mayatnya, dengan tujuan untuk menyempurnakan jenazah.

Namun, karena biayanya cukup mahal, tidak semua keluarga bisa melangsungkan upacara ini. Jadi, hanya orang-orang menengah ke atas saja yang bisa mengadakannya.

Upacara Ngaben, dibedakan menjadi 3 jenis, yakni Ngaben Sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana, dan Swasta. Upacara Ngaben Sawa Wedana dilakukan dengan cara mengawetkan jenazah terlebih dahulu, kira-kira selama sebulan lamanya, baru setelah itu dibakar.

Untuk Ngaben Asti Wedana dilakukan dengan cara mengubur jenazah terlebih dahulu, kemudian kelak kuburannya dibongkar dan dibakar tulang-tulangnya saja. Sementara, untuk Swasta adalah upacara untuk orang yang wafat di mancanegara, tapat jauh, atau jasadnya hilang tidak ditemukan.

2. Upacara Otonan

02 upacara otonan bali

Jika Upacara Ngaben dilakukan untuk kematian seseorang, maka Upacara Otonan ini dilaksanakan saat kelahiran. Umumnya, acara adat ini dilaksanakan saat usia bayi sudah berumur 6 bulan, kemudian diadakan kembali pada 6 bulan selanjutnya dengan bentuk acara yang lebih kecil.

Masyarakat setempat percaya, dengan dilangsungkannya Upacara Otoman, maka bisa menentukan watak setiap manusia. Bahkan, jika perilaku seseorang tetap kurang baik, bisa saja upacara ini diulangi lagi di kemudian hari, demi bisa mengubah karakter tersebut.

3. Upacara Sarawati

03 upacara sarawati bali

Upacara ini diadakan di Bali untuk merayakan ilmu pengetahuan, dengan cara mengagungkan atau memuja Dewi Saraswati. Sebab, Dwei Saraswati diyakini sebagai dewi yang menurunkan ilmu pengetahuan di bumi, sehingga orang-orang jadi cerdas dan pintar.

Pada acara ini, semua yang berkaitan ilmu pengetahuan dido’akan termasuk juga buku dan kitab. Acara ini dilengkapi juga dengan pentas tarian, pembacaan cerita, dan pembacaan sastra hingga semalam suntuk. Upacara ini diadakan stiap 210 hari sekali, yang jatuh tiap sabtu Umanis Watugunung.

Menariknya kebudayaan Bali memang sesuai penjelasan di atas, karena mengandung makna dan filosofi tersendiri. Termasuk juga tagam budaya yang dibahas di Selasar.com. Kamu bisa mengetahui ulasan lebih mendalam tentang budaya Indonesia di situs tersebut, salah satunya tentang Tari Pendet.

4. Upacara Melasti

04 upacara melasti bali

Upacara Melasti adalah upacara tahunan, yang diadakan selama 3 hari menjelang Hari Raya Nyepi. Tujuan diadakannya upacara ini adalah untuk penyucian diri warga Hindu di Bali.

Pelaksanannya yakni dengan cara mendatangi sumber air sakral, dari mata air, danau, hingga laut. Tempat-tempat ini diyakini menyimpan Amerta atau mata air keabadian.

Pemangku Hindu setempat akan memercikkan air suci ke kepala tiap penduduk yang datang. Hal ini dipercaya bisa meluruhkan semua hal buruk yang ada dalam jiwa dan raga, sehingga menjadi suci kembali.

5. Upacara Ngurek

05 upacara ngurek bali

Upacara Ngurek merupakan salah satu upacara yag dianggap ekstrim di Bali, sebab pelaksanaannya tak jauh beda dengan debus. Setiap orang yang ikut dalam acara ini, harus menusuk-nusukkan keris di tubuh sendiri.

Walaupun menyeramkan, upacara ini bukan sekedar acara adat biasa, sebab di dalamnya memberi pesan moral khusus. Sebagai manusia, harus wajib yakin terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga, pertolongan dan anugerah-Nya akan selalu turun dan dilimpahkan kepada tiap diri manusia.

6. Upacara Tumpek Landep

06 upacara tumpek landep bali

Upacara adat yang satu ini, dilakukan masyarakat Bali dengan tujuan untuk mensucikan senjata dan peralatan yang dipunyai, baik dengan sesajian maupun do’a-do’a.

Dengan dipimpin oleh pemangku adat setempat, acara penyucian ini dilangsungkan di Pura yang dianggap sakral. Dengan disucikannya senjata dan peralatan masyarakat ini, diharapkan bisa memberikan berkah bagi setiap pemiliknya masing-masing.

7. Upacara Omed-Omedan

07 upacara omed-omedan bali

Upacara ini sering diadakan di kawasan Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, Bali sehabis Hari Raya Nyepi dilangsungkan. Upacara Omed-Omedan dimulai dengan persembahyangan massal terlebih dahulu di pura.

Lalu, dua kelompok pemuda-pemudi yang lajang akan berhadapan. Umumnya, mereka masih berusia 18-30 tahun. Kemudian, satu pemuda dan pemudi di antara mereka akan maju, lalu disiram air. Keduanya akan saling bertarung, dan terkadang bisa diakhiri dengan saling berbalas ciuman.

8. Upacara Mekare-Kare

08 upacara mekare-kare bali

Upacara Mekare-kare adalah acara untuk unjuk kehebatan bagi warga pria yang tinggal di kawasan Tengan, Karangasem, Bali. Para laki-laki ini akan saling bertempur dengan senjata daun pandan berduri tajam ,dan bisa melakukan apa saja demi memenangkan perang. Tiap-tiap orang dibekali satu helai daun pandan serta sebuah perisai untuk pertahanan.

Upacara Mekare-kare diadakan tiap tahun, demi memberi hormat kepada Dewa Indra yang merupakan dewa perang dalam agama Hindu. Dengan mengikuti perang ini, maka pria desa setempat sudah dianggap kuat dan dianggap mampu untuk berperang. Umumnya, Mekare-kare dilangsungkan tiap awal Juni setiap tahun.

9. Upacara Mepandes

09 upacara mepandes bali

Upacara Mepandes adalah acara adat potong gigi yang dilaksanakan secara wajib bagi anak-anak yang beranjak dewasa. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk pelunasan hutang orang tua kepada anak-anaknya, karena dianggap telah menghilangkan 6 sifat kotor yang ada dalam diri manusia.

Dalam acara adat Mapendes ini, anak-anak yang mulai dewasa tersebut dikikis 6 gigi taringnya, sehingga menjadi rata. Dengan begini, diharapkan mereka yang mulai dewasa tersebut bisa melakukan kebaikan kapan pun dan di mana pun berada.

10. Upacara Mesuryak

10 upacara mesuryak bali

Pada Hari Raya Kuningan, terdapat upacara yang unik dan penuh kegembiraan di Desa Bongan, Kabupaten Tabanan, Bali, yakni Upacara Mesuryak. Acara adat ini adalah bentuk penghormatan bagi semua leluhur, yang dilangsungkan tiap 6 bulan sekali.

Dalam upacara ini, biasanya disambut sorak sorak dan suka cita karena dilengkapi dengan perbekalan beras dan uang. Uang-uang tersebut nantinya akan dilemparkan ke udara, sehingga akan jadi perebutan antar warga untuk mendapatkannya.

***

Itu dia upacara-upacara adat Bali yang tentunya sangat menarik untuk disaksikan. Makanya, kalau mau libuarn ke Pulau Bali, bisa juga diagendakan pada saat acara-acara adat tersebut dilangsungkan. Menikmati keindahan setempat, tentu serasa lengkap jika sekalian melihat budayanya, bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *