Apa Itu Pantun Jenaka

Dalam mempelajari bahasa dan sastra Indonesia saat duduk di bangku sekolah, tentunya pernah diajarkan salah satu karya sastra yaitu pantun, bukan? Pantun sendiri terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah pantun jenaka. Lalu, apa itu jenaka dan bagaimana contoh pantunnya?

Sebagai salah satu jenis puisi lama, pantun jenaka merupakan karya yang terikat dengan sejumlah aturan seperti sajak dan larik yang berisi hal-hal lucu dan bertujuan untuk menghibur orang lain. 

Nah, agar semakin paham tentang pantun jenaka dan contohnya, yuk simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Jenaka?

Arti kata jenaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sesuatu hal yang kocak, lucu, dan menggelikan, serta mampu membangkitkan tawa. Sebagai salah satu jenis pantun, pantun jenaka juga memiliki sejumlah aturan yang sama seperti jenis pantun lainnya.

Pantun jenis ini memiliki ciri yang khas yaitu terdiri dari 4 baris atau larik di setiap baitnya, setiap bait pada pantun terbagi menjadi 2 yaitu sampiran dan isi, menggunakan pola atau sajak a-b-a-b, dan dikarang secara anonim atau tidak diketahui siapa penciptanya.

Pantun juga dirangkai menggunakan bahasa yang indah dengan tujuan dan makna tertentu. Sesuai dengan namanya, jenis pantun jenaka ini berisi tentang hal-hal yang lucu, sehingga mampu menghibur dan menghadirkan tawa para pendengar atau audiensnya.

Tidak hanya itu saja, pantun jenis ini juga biasa digunakan untuk menyindir, namun bukan untuk menghina atau merendahkan melainkan untuk menciptakan keakraban antara para penuturnya. Pantun jenaka sendiri memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut.

  1.  Media atau sarana hiburan bagi orang-orang yang sedang dirundung kesedihan atau dukacita.
  2. Media untuk bersilaturahmi dan membangun keakraban antar dua orang atau lebih yang baru saja saling bertemu dan berkenalan.
  3. Media penyampaian pesan moral yang efektif dan efisien agar lebih mudah diterima oleh pendengar atau audiens.
  4. Media untuk mencairkan dan menghangatkan suasana ketika berkumpul dengan kerabat atau teman komunitas.
  5. Media untuk menyindir tanpa menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain.

Kumpulan Contoh Pantun Jenaka

Selain pantun jenaka, ada beberapa jenis pantun lainnya seperti pantun agama, pantun sukacita, pantun perkenalan, pantun asmara, pantun kepahlawanan, pantun nasehat, dan lain sebagainya. nah, untuk menambah pemahaman mengenai pantun jenaka, berikut ini beberapa contohnya.

1. Burung cendrawasih burung kutilang

Bulunya cantik dan menawan

Kalau kentut tolong bilang-bilang

Aku pusing serasa mau pingsan

2.  Siang-siang enaknya makan sup buntut

Makin nikmat sambil minum es segar

Tenang saja, ini hanya kentut

Bukannya halilintar menggelegar

3. Susu paling enak rasa vanilla

Roti bakar untuk teman minum

Ku kira kau sudah gila

Lihat handphone sambil senyum-senyum

4.  Pergi ke Lampung beli kopi

Jangan lupa pakai air matang

Lucu sekali kamu ini

Datang-datang hanya berhutang

5.  Ke warung beli buah mengkudu

Rasanya pahit seperti daun pepaya

Murung sekali mukamu itu

Diputus pacar barumu ya?

6. Jalan di tengah hutan yang gelap

Ketemu serigala lagi sendiri

Pantas saja bau aroma tak sedap

Ternyata kau belum mandi tiga hari

7. Ke toko Biru beli pita

Lihat buah segar yang digantung

Sudah ditolong masih minta-minta

Seperti dikasih hati minta jantung

8. Pergi ke Bogor beli barang antik

Mampir sebentar ke Majalengka

Sudah senang lihat wanita cantik

Malang rasanya, bolong punggungnya

9.  Beli sepatu warna biru

Belinya di samping klinik gigi

Lucu sekali mata sipitmu

Baru tertawa sudah ditinggal pergi

Penjelasan mengenai apa itu pantun jenaka beserta contoh pantun di atas bisa menambah wawasan dan pengetahuan, serta referensi. Karena bentuknya yang singkat dan bahasanya yang menarik, pantun masih populer dan terus digunakan hingga saat ini untuk bercakap-cakap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *