Contoh Cerpen Cinta Singkat

Contoh Cerpen Cinta Singkat

Cerpen umumnya langsung membahas mengenai pokok isi cerita yang ada di dalam Teks Cerita Pendek.

Cerita sendiri adalah suatu penyampaian bagaimana suatu peristiwa terjadi.

Sedangkan yang dimaksud pendek adalah cerita yang di buat dibawah 10.000 kata atau hanya 6-10 halaman saja.

Manakah Cintamu

Contoh Cerpen Cinta Singkat dan Strukturnya

Catatan: cerpen dibawah ini bersumber dari Yuksinau.id

Di saat pikiranku mulai tidak karuan pada waktu seorang lelaki mengecewakan hati semua wanita, perempuan mana yang mau di perlakukan sepeti itu, kecewa dan rasa sakit pedih pasti di rasakanya.

Seperti hari hari biasanya aku selalu duduk satu bangku dengan sahabatku. Waktu yang aku tunggu bersama sahabatku yang sudah aku tunggu dari tadi yaitu waktu istirahat karena sudah janji mau makan di kantin bersama dengan teman-temanku yang lain.

setelah aku memesan makanan dari ibu kantin akupun langsung membawanya ke meja makan di kantin sekolah bersama dengan sahabatku lalu tiba-tiba Demon datang dan tidak tau mengapa leni langsung menyudahi makanya langsung pergi begitu saja tapi diriku langsung memegang tangnya agar tidak meninggalkan diriku, ternyata dia bilang mau pergi ke kamar mandi mau gimana lagi kini tinggal Aku dan Demon berdua di meja kantin.

“Rani, kamu makan apa sambil dia mendekatkan posisinya dengan diriku.”

“Seperti biasanya kok makan mie goreng memangnya kenapa?”

“tidak apa apa kok cuma tanya saja Ran” dia melihatku berdiri dan beranjak pergi dari sisihnya, aku memang tidak begitu akrab dengan demon akrena berbeda kelas dan juga aku tidak mau jadi bahan gosip anak lain. “belum tapi aku sudah kenyang, aku mau cari Leni”. sambil berdiri.

“Tunggu sebentar” sambil memegang tanganku dan tanpa sadar aku menatapnya dengan rasa aneh dan dia melepaskan tanganku begitu saja.

“Aku mau ngomong sama kamu” melihat perilakunya yang barusan sangat mengecewakan tapi aku tetap mengahrgainya karena dia teman satu angkatan denga diriku.

“ya udah mau ngomong apa?” jawab aku dengan nada santai.

“Aku sudah suka sama kamu dari waktu aku melihatmu di sekolahan ini. mungkin sudah dua tahun yang lalu dan aku tidak mau mengsia-siakan waktu yang tersisa, kamu mau jadi pacarku?”

kalimat yang terlontar dari bibirnya yang belepotan sisa makanan yang barusan di makan aku tidak ada rasa sedikitpun untuk dia ataupun orang lain pun aku pun tidak pernah bercerita kepada teman dekatku sekaligus. Dan kini aku merasa bingung karena tida tahu harus menjawab apa kepada Demon hatiku berdebar seperti genderang mau perang dan aku juga tidak mau membuat Demon kecewa “Maaf mon, aku tidak bisa memberi jawabanya sekarang beri aku beberapa waktu untuk saat ini. Assalamualaikum” aku pun pergi dsan langsung menuju kamar mandi ke menghampiri Leni. Ternyata sudah tidak ada mungkin saja sudah pergi ke kelas.

Dalam perjalanan menuju ruang kelas aku memikirkan kalimat yang baru saja Demon ucapkan dan akupun berfikiran apakah diriku akan menerimanya atau menolaknya atau diriku akan terus berharap pada satu seorang yang sempurna aku tahu kalo diriku sudah tidak kuat menanti Fakih yang keren dan tidak ada penjelasan apapun kepadaku.

Bel masuk berbunyi nyaring dan mengagetkanku yang seakan melamun memikirkan kejadian barusan dan memulai pelajaran seperti biasanya. Aku masih saja sempat untuk menemui Demon yang sibuk memandangi diriku sambil ku tangkap keindahan yang ada salam matanya. Aku dan leni sudah janji mau sholat dhuhur berjamaah bersama karena mushola kecil itu penuh dengan para siswa

di saat bel tidak berbunyi lagi aku bergegas berlai lari kecil sambil bergurau dengan Leni tetapi di mushola sangatlah sepi, setelah wudhu aku melihat Demon lagi dan kami sholat berjamaah dengan demon yang menjadi imamnya.

Di saat setelah selesai sholat kami pun beranjak keluar dari mushola dan Demon langsung menemui aku dan Leni langsung Demon mengucapkan hal yang sama seperti kemarin.

Tetapi aku tetap berpegang teguh pada pendirian ku untuk tidak menjawabnya. Di pagi hari aku terpikirkan untuk menerima Demon dan aku bergegas berangkat sekolah aku ingin segera mengungkapkan isi hati yang membara ini.

senyum kebahagiaan terus terpancarkan dari diriku dan tak terasa sampai di depan kelas aku mendengar suaranya dan semakin terbang aku di buatnya, langkahku serasa ringan. Dan betapa terkejutnya diriku melihat dia berada di depan kelas dan memegang tangan Leni sahabatku sendiri. Awalnya aku tidak memiliki prasangka kepadanya. Air mataku menetes hati yang membara dengan amarah menusuk hatiku. Kenapa kamu menembaku tapi kamu juga menebak orang lain juga.

Dan kenapa harus Leni sahabatku sendiri Demon aku sahabatnya tega sekali kamu merusak persahabatan ini kau nodai dengan tingkah lakumu, hatimu, dan perasaanmu aku tidak kuat melihatnya

Ku tinggalkan mereka berdua aku menuju taman yang akan selalu ku kenang di sini dan terbayang dari wajah Leni. Tawanya senyumnya dan semua tentang Leni. Apakah persahabatan kami berdua akan runtuh secepat ini apakah akan secepat ini kami berdua akan berpisah.

Ya Allah aku akui memang mendekati zina aku salah aku sudah berniat untuk menerima demon tapi haruskah dengan cara seperti ini ku menerima nasib dan aku akan selalu mengingatmu. Allah dalam mementukan segala hal dan tidak akan ku ulangi ini kembali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *