Majas Metafora

Majas Metafora

Pernahkah kamu mendengar seseorang mengucapkan majas metafora? Pastinya pernah kan, namun terkadang kita tidak menyadarinya. Lalu seperti apa sih majas metafora itu? Yuk simak penjelasan dan contohnya di bawah ini.

Pengertian Majas Metafora

Majas metafora merupakan sebuah gaya bahasa yang menggambarkan suatu objek dengan membandingkan secara langsung dan tepat atas dasar sifat yang hampir sama atau bahkan sama. 

Dalam membandingkan sesuatu, majas ini tidak menggunakan kata penghubung seperti, laksana, bak, dan lain sebagainya. Namun langsung menggunakan kata kiasan.

Macam-Macam Majas Metafora

Majas metafora terbagi menjadi, yaitu :

1. Metafora In Praesetia

Metafora in praesetia merupakan sebuah majas dimana objek yang ingin dibandingkan disampaikan bersamaan dengan pembandingnya.

Contoh : Sindi merupakan kembang desa di desa ini.

Kalimat diatas mengungkapkan secara jelas bahwa Sindi adalah gadis tercantik di desa tersebut.

2. Metafora In Absentia

Metafora in absentia adalah kebalikan dari metafora in praesetia. Artinya, cara membandingkannya tidak secara langsung.

Contoh : Para lelaki di desa Banjar kagum akan kecerdasan bunga desa itu.

Contoh Majas Metafora

Agar kamu lebih paham mengenai majas metafora, berikut kami berikan beberapa contoh majas metafora yang kami kutip dari bahassemua.com.

1. “Egi merupakan bintang kelas di kelasnya”

Makna : “Bintang kelas” adalah murid pintar.

2. “Kita harus lapang dada dengan semua yang terjadi saat ini”

Makna : “lapang dada” adalah sabar.

3. “Kakakku selalu membawa buah tangan ketika pulang kerja”

Makna : “Buah tangan” adalah oleh-oleh.

4. “Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Tanto rela membanting tulang setiap hari”

Makna : “Membanting tulang” adalah bekerja keras.

5. “Yogi selalu cari muka di hadapan guru”

Makna : “Cari muka” adalah berbuat baik hanya ingin dinilai baik untuk mendapatkan sesuatu.

6. “Si jago merah melahap habis puluhan rumah di daerah Rawamangun”

Makna : “Si jago merah” adalah api.

7. “Tomi  adalah anak mas Pak Joko, seorang lurah di desa Banyu”

Makna : “Anak mas” adalah anak kesayangan.

8. “Tikus kantor masih banyak di negeri ini”

Makna : “Tikus kantor” adalah koruptor.

9. “Ibu tersebut resah karena si buah hati belum pulang”

Makna : “Buah hati” adalah anak.

10. “Dewi malam telah keluar dari balik awan”

Makna : “Dewi malam” adalah bulan.

Demikian pembahasan ringkas mengenai majas metafora. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *